Pages

Monday, July 1, 2013

"Children Learn What They Live" - "Anak Belajar dari Kehidupannya"

Children Learn What They Live

If children live with criticism, they learn to condemn.
If children live with hostility, they learn to fight.
If children live with fear, they learn to be apprehensive.
If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
If children live with ridicule, they learn to feel shy.
If children live with jealousy, they learn to feel envy.
If children live with shame, they learn to feel guilty.
But....
If children live with encouragement, they learn confidence.
If children live with tolerance, they learn patience.
If children live with praise, they learn appreciation.
If children live with acceptance, they learn to love.
If children live with approval, they learn to like themselves.
If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
If children live with sharing, they learn generosity.
If children live with honesty, they learn truthfulness.
If children live with fairness, they learn justice.
If children live with kindness and consideration, they learn respect.
If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.
(Dorothy Law Nolte - The poem "Children Learn What They Live")

( Tips dan Artikel lainnya silahkan klik : http://www.vincentiussan.blogspot.com )
"Anak belajar dari kehidupannya"

Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka mereka belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, mereka belajar untuk berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan ketakutan, mereka belajar menjadi anak yang memprihatinkan
Jika anak dibesarkan dengan rasa belas kasihan, mereka belajar menjadi anak yang mengasihani diri sendiri
Jika anak dibesarkan dengan ejekan, mereka belajar menjadi malu/rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan kecemburuan, mereka belajar menjadi iri hati
Jika anak dibesarkan dengan hal memalukan, mereka belajar penuh perasaan bersalah
 Tetapi...
Jika anak dibesarkan dengan  dorongan semangat, mereka belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, mereka belajar sabar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian, mereka belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, mereka belajar untuk mencintai
Jika anak dibesarkan dengan persetujuan, mereka belajar untuk menjadi diri sendiri
Jika anak dibesarkan dengan pengakuan, mereka belajar bahwa baik untuk memiliki suatu tujuan
Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi, mereka belajar kemurahan hati
Jika anak dibesarkan dengan kejujuran, mereka belajar kebenaran
Jika anak dibesarkan dengan rasa adil, mereka belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan kebaikan dan pertimbangan, mereka belajar menghormati
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, mereka belajar untuk memiliki keyakinan diri dalam diri mereka sendiri maupun lingkungan terhadap mereka
Jika anak dibesarkan dengan keramahan, mereka belajar dunia adalah tempat yang nyaman bagi mereka untuk hidup
( terjemahan bebas oleh Vincentiussan.blogspot.com )

TAKE TIME

TAKE TIME

Take time to think
it is the source of power.
Take time to read
 it is the foundation of wisdom.
Take time to play
it is the secret of staying young.
Take time to be quite
it is the opportunity to seek god.
Take time to be aware
it is the opportunity to help others.
Take time to love and be loved
it is god’s greatest gift.
Take time to be friendly
it is the road to happiness.
Take time to dream
it is what future is made off.
Take time to PRAY
it is the GREATEST POWER ON EARTH

( Tips dan Artikel lainnya silahkan klik : http://www.vincentiussan.blogspot.com )

I asked for...

I asked for strength,
And God gave me difficulties to make me strong.

I asked for wisdom,
And God gave me problems to learn to solve.

I asked for prosperity,
And God gave me a brain and brawn to work. 
         
I asked for courage,
And God gave me dangers to overcome.

I asked for love,
And God gave me people to help.

I asked for favors,
And God gave me opportunities.

I received nothing I wanted.

I received everything I needed.

(Sufi  Hazrat Inayat Khan)

Puisi WS. Rendra - Refleksi Kehidupan

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku...
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas, dan
kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti...,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah...
Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sesungguhnya sama saja....

(Ws.Rendra)

Jadikanlah Aku Pembawa Damai

Tuhan,

Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian,
jadikanlah aku pembawa cinta kasih,
Bila terjadi penghinaan,
jadikanlah aku pembawa pengampunan,
Bila terjadi perselisihan,
jadikanlah aku pembawa kerukunan,
Bila terjadi kebimbangan,
jadikanlah aku pembawa kepastian,
Bila terjadi kesesatan,
jadikanlah aku pembawa kebenaran,
Bila terjadi kesedihan,
jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan,
jadikanlah aku pembawa terang,

Tuhan semoga aku ingin menghibur dari pada dihibur,
memahami dari pada dipahami,
mencintai dari pada dicintai,
sebab
dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi,
untuk hidup selama-lamanya.
Amin.

(Doa Santo Fransiskus dari Asisi)

TIPS MENGHINDARI MASALAH KEBAKARAN DAN LEDAKAN TABUNG GAS LPG Elpiji

Gas LPG meledak sebenarnya tidak pandang bulu, krn masalah bukan hanya pada tabung 3kg saja, sehingga pemakai tabung 12kg juga wajib hati-hati.
TIPS MENGHINDARI MASALAH KEBAKARAN DAN LEDAKAN TABUNG GAS LPG Elpiji
( Tips dan Artikel lainnya silahkan klik : http://www.vincentiussan.blogspot.com )

1.Banyaknya tabung bocor krn tipis, terbanting pada saat distribusi, atau keropos karena tabung diisi air oleh agen/distributor nakal agar beratnya pas walaupun sebenarnya isi gas-nya kurang.
JADI PERIKSA KONDISI FISIK TABUNGNYA, TERUTAMA BAGIAN BAWAHNYA - WAKTU PESAN MINTA TABUNG YG TDK BERKARAT. Kalau ragu, tukar saja atau test dengan mengoleskan perasan busa sabun dari sepon cuci piring di dapur pada bagian karatnya. Kalau ada bocor, busa yg menempel akan bergerak berbuih-buih atau mengelembung.
2. PERIKSA KONDISI KATUP/VALVE UJUNG ATAS TABUNG, karena banyak yang melakukan pengisian dengan cara asal-asalan oleh pelaku "penyuntikan/pengoplosan" dengan memindahkan gas dari tabung 3kg (yg lebih murah) ke tabung 12kg. Bila kondisi katup tidak rata/penyok atau rusak, maka akan terjadi kebocoran saat dipasang regulator. Periksa juga apakah bocor atau tidak, dengan mengoleskan busa sabun pada katupnya. Salah satu penyebab ledakan adalah masalah katup ini, karena kebocoran terjadi di sisi gas dengan tekanan tinggi, sehingga jumlah gas yang keluar sangat banyak. Juga katup yang rusak mudah nyangkut sehingga walaupun regulator sudah dilepas, gas tetap bocor mengalir keluar.
3. PERIKSA KARET SEAL YANG TERPASANG DI KATUP TABUNG, PASTIKAN ADA DAN BENAR POSISINYA sebelum memasang regulator. Biasanya kualitas karet yg jelek dan ukuran yg tidak pas adalah penyebab utama terjadi kebocoran dan ledakan. Bila terjadi kebocoran, jangan pernah dan jangan mau di pasang karet gelang disekeliling karet seal ini, Jangan mudah percaya dengan tukang antar, karena biasanya tukang antar LPG mau gampang dengan cara ini dan selalu bilang dijamin aman, tapi kalau meledak, tetap kita adalah korbannya, dan si tukang antar tidak mungkin bertanggung jawab.  Karet gelang bukan seal dan tidak tahan terhadap gas LPG, jadi hanya sementara bisa mampat tapi kemudian akan bocor perlahan-lahan krn karet gelangnya akan menjadi lunak dan lumer.   Ada juga yg melilitkan karet gelang pada ujung katup agar regulator lebih menekan kebawah, jangan mencoba mencari jalan pintas lain padahal yg bermasalah adalah seal karetnya, karena regulator anda bisa malah jadi rusak, dan biasanya karet gelang yg lunak ini akan lumer tergencet oleh pengunci regulator dan gas akan bocor kembali tanpa anda menyadarinya, ini malah jauh lebih berbahaya krn bisa menjadi bom waktu di dapur anda.
4. Setelah memasang regulator, PASTIKAN TIDAK ADA KEBOCORAN ANTARA KATUP TABUNG DENGAN REGULATOR, lakukan test dengan busa sabun dengan mengoleskannya di pertemuan antara tabung dan regulator yg terpasang. Bila busanya bergerak berbuih-buih atau mengelembung, berarti bocor, ganti karet seal dengan yg baru kemudian coba test lagi. Anda bisa membeli karet seal ini di minimarket atau supermarket, harganya cukup murah dibandingkan resikonya. ( Sekitar Rp.7500/5buah).  Salah satu penyebab dipasangnya karet gelang, adalah krn karet seal bocor dan tdk ada penggantinya, sedangkan tukang antar mau gampang dan mau cepat pulang, sedangkan anda atau pembantu ingin segera melanjutkan memasak, ini membuat kondisi bahaya diabaikan. Beli dan simpan seal karet ini sebagai cadangan di rumah anda, agar saat diperlukan selalu tersedia. Buang karet yg jelek atau longgar tersebut ke sampah agar tidak ada pemakai berikutnya yang jadi korban.
5. Karena selang LPG banyak macam dan kualitasnya, jadi hati-hati dalam membelinya. PILIH SELANG YG MEMANG TERBUAT DARI BAHAN DAN SPESIFIKASI UNTUK GAS LPG, krn banyak toko yg menjual selang secara meteran, tapi sebenarnya bukan utk gas LPG. Selang LPG harus memenuhi standard tekanan/pressure tertentu dan bahan yg tahan dan tidak rusak oleh gas LPG.
Setelah pemakaian waktu tertentu, pastikan secara rutin memeriksa kondisi selang, bila selang anda dari bahan karet, pada umumnya karet akan rusak sendiri walaupun tidak dipakai (seperti ban yg terbuat dari karet yang ada masa kedaluwarsa-nya walaupun baru dan tidak dipakai). Jadi anda harus rutin mengecek dan bila perlu menggantinya, terutama bila terlihat tanda-tanda usang, cara mengeceknya dengan cara menekuk selang tersebut di beberapa bagian, bila terlihat ada retakan-retakan halus berarti selang anda sudah harus diganti sebelum bocor dan sebelum anda menjadi korban.
6. JANGAN TERLALU MENGANDALKAN PENCIUMAN HIDUNG ANDA, karena gas LPG merupakan gas yg cukup berat sehingga bila bocor akan mengendap di lantai, sedangkan hidung anda minimal berada 1,5 meter dari lantai(karena di dapur kita berdiri dan biasanya juga tidak ada kursi). Kita mencium bau tersebut bila kebocoran menyembur keatas, terbawa angin, atau sudah bocor cukup banyak sehingga sudah menyebar. Dan setiap orang memiliki penciuman hidung yg berbeda-beda apalagi kalau sedang pilek. Satu lagi kenyataan bahwa GAS LPG SEBENARNYA SAMA SEKALI TIDAK BERBAU, tetapi karena alasan keamanan maka ditambahkan zat bau bernama "mercaptan" agar mudah terdeteksi bila bocor. Mesti diingat bahwa zat tersebut adalah zat tambahan dan menambah biaya/harga produksinya. Sehingga tergantung tingkat kosentrasi penambahannya, kalau hanya ditambahkan sedikit, maka baunya juga kurang menyengat.
Jadi test kebocoran pada saat pemasangan regulator dengan menggunakan busa sabun dari sepon cuci piring merupakan cara termudah dan teraman dibandingkan menunggu hidung kita mencium kebocoran yg mungkin sudah terlambat. Test dengan busa sabun ini hanya membutuhkan waktu kita kurang dari 1 menit saja dan dilakukan pada saat pemasangan regulator ketika penggantian tabung.
6. Pilih secara tepat kualitas dan selalu PANTAU KONDISI REGULATOR LPG ANDA . Regulator berfungsi untuk mengatur tekanan gas menuju ke kompor gas. Tekanan gas didalam tabung cukup tinggi agar bisa menampung gas yg banyak, sedangkan kompor kita hanya memerlukan tekanan rendah, jadi disinilah fungsi regulator untuk menurunkan dan menstabilkan tekanan gas yg mengalir ke kompor agar nyala api juga stabil. Pada regulator juga terdapat pin/batang kecil yang akan menonjol keluar saat kita putar pengguncinya, ini berfungsi utk menekan katup gas pada tabung agar terbuka dan gas dapat mengalir.  Perhatikan regulator secara fisik dan kondisi fungsinya. Ada lubang kecil seukuran tusuk gigi dibagian samping atas sebagai ventilasi membran, ini jangan sampai tertutup. Bila dari lubang kecilnya mengalir keluar gas secara terus menerus, berarti membran didalamnya sudah bocor, anda harus segera mengganti regulator tersebut. Bila api pada kompor tidak stabil, biasanya salah satu penyebabnya adalah regulator. Pada saat mengganti tabung gas, seringkali orang saat melepas regulator dari tabung, melepaskan dan menjatuhkannya ke lantai dan bukannya meletakannya dengan hati-hati, ini dapat menyebabkan kerusakan pada regulator.
7. KOMPOR GAS
Banyak merek dan pilihan kompor gas yang memang sudah terbukti handal. Sebenarnya masalah kompor lebih dikarenakan oleh pemakainya. Biasanya beberapa masalah ini yang sering terjadi:
- JANGAN MENGISI PANCI TERLALU PENUH oleh air atau masakan,sehingga waktu mendidih akan luber dan menetes ke burner kompor, ini dapat menyebabkan nyala api mati dan gas mengalir terus tanpa anda menyadarinya. Bila ini terjadi, segera putar dan matikan kompor. Jangan coba-coba langsung menyalakannya lagi, karena sudah ada banyak gas yg tadi bocor di area kompor anda, bila anda menyalakan langsung maka akan terjadi ledakan api didapur anda. Biarkan sementara waktu sampai gas terbawa angin ventilasi, baru anda boleh menyalakan lagi. Tidak perlu terburu-buru, krn resiko ledakan api bisa membuat anda malah akan lama tinggal di rumah sakit. Tetesan luberan juga akan membuat burner kompor menjadi kotor/tersumbat dan nyala api tdk sempurna. Pastikan selalu dicheck dan dibersihkan,serta selalu pastikan burner terpasang dengan sempurna dan tidak miring, bila miring biasanya kompor akan sulit dinyalakan atau nyalanya meletup-letup.
-sering orang menyalakan kompor dengan api yang sangat kecil, nyala api yang terlalu kecil akan sangat rentan menjadi mati karena tertiup angin dan gas terus mengalir dalam dapur anda. JANGAN MENYALAKAN KOMPOR DENGAN API YANG TERLALU KECIL, karena bila api mendadak mati, anda tidak akan menyadarinya, sedangkan gas terus mengalir.
- Bila anda memiliki lebih dari satu kompor yang menggunakan tabung gas tersendiri didalam satu ruangan, maka selalu MATIKAN SEMUA KOMPOR YANG ADA TERLEBIH DAHULU PADA SAAT ANDA MELAKUKAN PENGGANTIAN TABUNG GAS. Kejadian ledakan yang banyak terjadi akhir-akhir ini dikarenakan saat penggantian tabung gas yang ternyata bocor, tetapi sebelum mereka menyadarinya, gas bocor tersebut sudah tersambar oleh api dari kompor lain yang masih menyala.
8. Karena selain anda sendiri sebagai PEMAKAI KOMPOR GAS LPG, biasanya pembantu yang menggunakannya, jadi pastikan pembantu anda mengerti dan menjalankannya. Anda pasti tidak ingin menjadi korban ataupun anggota keluarga/anak anda menjadi korban kecerobohan orang lain.
9. PENANGANAN GAS BOCOR, bila bocornya di kompor, di selangnya, atau regulatornya, segera lepas regulator dari tabung gas. Lakukan penggantian bagian yang bocor atau rusak tersebut.
Bila kebocoran pada katup maupun tabungnya sendiri, segera bawa tabung tersebut keluar dari ruangan ke tempat terbuka, pastikan semua kompor dan nyala api(lilin, rokok, dupa)  sudah dimatikan  sebelum melewatinya.
Bila ruangan dapur anda sudah penuh dengan gas yang bocor, jangan melakukan apapun di dapur kecuali membuka jendela bila ada. Tinggalkan ruangan tersebut sejauh-jauhnya dengan alasan keamanan agar anda tidak ikut terbakar bila terjadi ledakan, juga anda tidak perlu menghisap bau gas LPG ke dalam paru-paru anda. Jangan juga menyalakan atau mematikan peralatan listrik apapun, karena saklar listrik akan membuat percikan api listrik yg dapat memicu gas menyala/meledak. Jadi pemikiran untuk menghidupkan exhaust fan adalah salah besar, karena ketika anda mengerakkan saklar, saklar tersebut  dapat memicu ledakan. Tetapi bila exhaust fan sudah menyala dari sebelumnya, biarkan saja dan jangan mencoba menghentikannya, INGAT BAHWA SAKLAR LISTRIK  BAIK MENGHIDUPKAN MAUPUN MEMATIKAN PERALATAN LISTRIK MALAH DAPAT MEMICU LEDAKAN. BIARKAN SAKLAR DALAM POSISINYA SEMULA.

SEMOGA BERGUNA DAN ADA BAIKNYA ANDA SEBARKAN JUGA BAGI REKAN DAN SESAMA AGAR TERHINDAR DARI KEJADIAN MEMILUKAN
print - tempel - di dapur anda tempat tabung gas (agar di baca pembantu anda, apalagi bila pembantu baru dari kampung), bagi juga ke masyarakat sekitar yg sering menjadi korban karena ketidaktahuan misal : sopir anda, dan orang lain yang kurang dalam akses informas, serta forward ke komunitas terdekat anda misal: rekan kantor-tetangga komplek rumah (karena bila rumah tetangga anda terbakar, mungkin api akan merambat juga kerumah anda)
( Tips dan Artikel lainnya silahkan klik : http://www.vincentiussan.blogspot.com )

Timbulnya Konflik Masalah Keluarga Dalam Pernikahan Perkawinan Suami Isteri

Timbulnya Konflik Masalah Keluarga Dalam Pernikahan Perkawinan Suami Isteri
( Tips dan Artikel lainnya silahkan klik : http://www.vincentiussan.blogspot.com )

Sebenarnya semua pertengkaran dimulai hal sepele yg terjadi, biasanya hal-hal inilah yang menjadi penyebab pertengkaran-pertengkaran berikutnya yang lebih parah bila ditanggapi dengan cara yang salah.

Pertengkaran krn tidak sependapat adalah hal biasa, tapi saat sesorang mulai mengeluh daripada berpikir jalan keluarnya dan introspeksi (semestinya mencoba memahami keinginan/kemauan dari sisi pasangannya, dan rubah bukan cuma mauku tapi memahami mau dia dan menjadi mau kita bersama, krn inilah inti berkeluarga : keinginan bersama -"mau kita bersama" utk tujuan yang lebih baik).
Ketika  seseorang mulai mengeluh pada orang lain. Maka sebenarnya kondisi yang lebih parah sedang dimulai, dan dia sebenarnya secara tidak sadar menghancurkan semua sisi kehidupan dia sendiri.
Ketika mengeluh ke orang lain, berarti dia bercerita situasi dia dan membuat pembenarannya serta hanya ingin menunjukan kesalahan orang lain, membentuk opini org lain agar menganggap dirinya benar dan pasangannya salah, dan secara otomatis sebenarnya dia hanya meminta dukungan dan pembenaran atas semua tindakannya. Saat dia mengeluh pada teman ataupun saudara atau siapapun, maka si pendengar hanya mendengar semua sisi pengeluh/pengadu, otomatis yg diceritakan adalah semua yg  benar atas dirinya, begitu juga si pendengar biasanya hanya mendengar dari satu sisi, dan biasanya selalu langsung merespond bahwa si pengadu sudah benar dan menyalahkan si pasangan.

Mengapa selalu begitu :
1. Pendengar hanya mendengar satu sisi, dan yg didengar otomatis semua pembenaran saja.(Atau cerita yg sudah dipoles, atau cuma sebagian cerita pertengkaran yg tidak menyeluruh atau tidak mengambarkan kejadian dari awal di masa lampau)
2. Saat org mengeluh/mengadu, otomatis yg didatangi adalah sahabat/saudara/teman yg pasti mendukungnya sebagai sahabat/saudara/teman. Maka bila org yg didatangi biasa mengoreksi yg datang, biasanya malah dihindarinya. 
3. Orang yg didatangi akan merasa bangga krn dipercaya, sehingga otomatis tidak mau mengecewakan dan akan membenarkan si pengadu dan bahkan membuat kesimpulan2x bahwa pasangan si pengadu sangat salah dan si pengadu yg benar.
4. Bila org yg didatangi memiliki masalah dengan pasangannya juga, atau pernah memiliki masalah dengan pasangannya juga, otomatis dia ingin menunjukan bahwa dia lebih kuat dan lebih hebat dan selalu memenangkan pertengkaran terhadap pasangannya. Diskusinya menjadi malah bagaimana mengalahkan pasangan dan bukan introspeksi diri. Si Pendengar malahan sharing cara salah dan mengajari cara salah.
Yang lebih parah bila si pendengar org yg sudah pisah/cerai, maka akan sbg pelampiasan emosi dia yg terpendam maka memprovokasi bahkan menyarankan dan membantu di pengadu dalam melawan pasangannya atau bahkan mendukung/membantu proses cerainya.
5. Bila orang yg didatangi mendengarkan tapi kemudian malah ingin menyombongkan kehidupan keluarganya "sgt sempurna" (misalnya suaminya tidak pernah marah, apapun terserah isteri, isteri yg putuskan semuanya, suaminya menurut sekali sama sang isteri, suaminya sayang sekali pada isteri, dia dimanja-manja apapun dituruti). Atau komentar-komentar seperti "lebih enak dapat suami yg tidak pintar, jadi kitanya yg atur semua seusai kemauan kita sendiri mau bener mau salah, lebih enak spt saya dpt suami yg tua jadi kelakuan kita spt apapun dia akan sabar, lebih enak spt saya dpt suami muda jadi isteri yg atur semua dan dia nurut saja, lebih enak spt saya dpt suami yg memang anak org kaya jadi isterinya nggak perlu susah" Hal ini menyebabkan si pengadu semakin merasa terpuruk krn membandingkan situasinya terhadap cerita sesat/bualan dari si pendengar, dan merasa salah pilih dan semakin berontak.
6. Ini juga seperti cerita-cerita solidaritas dan perkelahian yg terjadi antar sekolah, ketika teman-teman si pengadu tidak melihat siapa yg salah, tetapi karena merasa satu kelompok/satu gank/satu sekolah maka harus dibela, begitu juga ketika wanita mengeluh pada wanita juga, kadang hanya muncul dukungan-dukungan yg salah. Misal : bahwa wanita jangan mau kalah sama pria (padahal bukan masalah kalah atau menang, tapi di tiap keributan itu, semestinya pilihan terbaik utk keluarga yg mana dan didiskusikan, bukan masalah mauku atau maumu). Bahkan pada wanita biasanya malah bercerita dengan bangganya mengenai bagaimana menentang dan melawan pacar/pasangan/suaminya sendiri, maupun sebaliknya.
7. Yang lebih parah adalah bila yang didatangi adalah orang yang ingin mendapatkan cerita sebagai bahan gosip maka si pendengar akan terus mendukungnya sehingga si pengadu akan terus datang rutin mengadu dan cerita, atau bila si pengadu datang pada orang yg merasa dirinya pahlawan maka dia mencoba ikut dalam perseteruan dan menjadi seperti pembela dari si pengadu agar menang, atau bila dia datang ke pembaca nasib yg demi keuntungan pribadi, maka pembaca nasib akan memberikan dramatisir masalah terus agar si pengadu tetap rutin datang dan menghasilkan keuntungan baginya.Bila menggunakan konselor, pilihlah yang benar-benar bijak dan memiliki pengalaman dan konselor yang tepat adalah yang memberikan rasa damai dan memberikan koreksi /introspeksi/refleksi diri dalam memperbaiki diri sendiri dulu menuju kehidupan yang lebih baik.
8. Kadang sering muncul ungkapan,"ya sudah mengalah saja", walaupun pendengar tidak tahu persis timbulnya perselisihan, ini sebenarnya secara tidak langsung malah membenarkan pengadu...
Karena mengalah itu berarti benar lalu cuma pura-pura kalah...
Atau disuruh diem atau sabar, sebenarnya itu hanya menahan diri tapi ada kekesalan hati dan soal waktu akan jadi meledak.
Sebenarnya adalah disuruh mulai "Mendengar dan bersahabat" otomatis semuanya akan berubah menjadi baik


Hal-hal inilah yang menimbulkan perselisihan kecil menjadi lebih besar, karena orang tersebut tidak merasa bersalah atau merasa ada kesalahan juga karena merasa dibela dan dibenarkan terus.

Kemudian biasanya si pendengar lebih banyak membenarkan semua tindakan pengadu, yg membuat si pengadu semakin menjadi-jadi tindakannya.

Juga pendengar biasanya memberikan cap atau penilaian bahwa pasangan si pengadu adalah orang yg jahat, orang yang sedang bermasalah, orang yang keras, orang yg tidak sayang, kemudian kecurigaan-kecurigaan (apakah itu kecurigaan mengenai keuangan, perselingkuhan) dimunculkan semua, semua hal jelek di tempelkan ke pasangan si pengadu.
Disinilah dimulai suatu kehancuran keluarga tersebut, karena si pengadu didalam pikiran bawah sadarnya sudah penuh racun sikap negatif, sifat curiga, dan juga bahwa pasangannya tidak seperti pasangan-pasangan orang lain atau kehidupannya/nasibnya sangat buruk dibandingkan nasib orang lain.
Saat alam bawah sadar sudah penuh racun, maka apapun yg dilakukan pasangan akan terlihat salah, atau menekan dia, atau melakukan hal jahat kepadanya, sehingga dia melawan, memberontak terus tanpa melihat lagi apakah benar atau salah.

Saat kondisi sudah seperti ini, situasi sudah bukan pertengkaran beda pendapat, tetapi yg ada hanyalah permusuhan...

Disinilah dibutuhkan kesadaran masing-masing pribadi bahwa ini adalah tentang mereka berdua, dan bukan urusan orang lain. Sebisa mungkin hindari pendapat org lain yg malah menyesatkan. Karena merekalah yang paling mengerti situasi dan keinginan pasangan dan mengerti keinginan diri nya sendiri, serta yang paling tahu apa yg sebenarnya terjadi pada keributan-keributan/pertengkaran-pertengkaran mereka (bukan cerita yg sudah di poles ulang untuk mendapatkan dukungan atau pembenaran).

Karena saat kita meminta pendapat kebanyakan orang lain, ini bagaikan mereka akan berusaha memakaikan kecamata mereka pada dirimu untuk melihat masalahmu, maka semuanya malah menjadi bias.
Tetapi hanya segelintir org bijak yg menyarankan agar anda segera mencari dan menggunakan kacamata anda sendiri agar semuanya menjadi jelas.
Jadi bila anda menerima suatu kata-kata yg sifatnya bukan memberikan nasehat untuk memperbaiki diri anda sendiri (DIRI ANDA SENDIRI!) sehingga diri anda menjadi lebih baik,  dan akhirnya juga dpt merubah pasangan anda, tetapi bila mereka malahan hanya memberikan pandangan2x buruk  terhadap pasangan anda, tutup telingga anda dan menyingkirlah jauh-jauh darinya.

Love is about Trust, Love is about Us


Semoga, semua org bisa memberikan respond yg baik sbg pendamai, dng meminta individu pengadu utk introspeksi dan bukan malah pembenaran dan membangkitkan permusuhan..

Bila setiap org bisa menjadi pendamai dan menjadi sarana introspeksi bagi sesamanya, pastilah dunia ini jauh lebih baik...

Dunia ini terlalu banyak orang yg tidak tahu cara mendamaikan keluarga, dan byk keluarga berantakan malah bukan dari masalah keluarganya, tapi dari orang-orang yg salah karena hanya memberikan komentar-komentar dan yg malah menjadikan provokasi...

Kita cuma saling mengingatkan saja, krn setiap org  jika yg sedang mengalami konflik pasti juga sama kondisinya krn emosi..., disitulah teman/saudara semestinya berperan membawa damai...bukan malah menjadi provokator...
( Tips dan Artikel lainnya silahkan klik : http://www.vincentiussan.blogspot.com )
“The problem of unmet expectations in marriage is primarily a problem of stereotyping. Each and every human being on this planet is a unique person. Since marriage is inevitably a relationship between two unique people, no one marriage is going to be exactly like any other. Yet we tend to wed with explicit visions of what a “good” marriage ought to be like. Then we suffer enormously from trying to force the relationship to fit the stereotype and from the neurotic guilt and anger we experience when we fail to pull it off.”
― M. Scott Peck, In Search Of Stones